Sosialisasi Penanggulangan Ganoderma CV Yahyo bersama PPKS Medan
CV Yahyo bersama tim ahli dari PPKS Medan mengadakan sosialisasi khusus untuk para petani yang lahannya terdampak penyakit Ganoderma. Kegiatan ini digelar sebagai upaya mendorong penanganan lebih cepat terhadap penyakit busuk pangkal batang yang selama bertahun-tahun menjadi momok utama perkebunan kelapa sawit.
Ganoderma boninense menyerang akar dan pangkal batang, merusak jaringan kayu, lalu memicu daun menguning, pelepah patah, produksi turun, hingga pohon mati. Begitu pohon tumbang, jamur membentuk tubuh buah berbentuk kipas yang kembali menyebarkan spora ke area sekitar. Itulah alasan infeksi ini terus berulang jika tidak ditangani serius.
- Pembukaan Acara
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan yang menegaskan bahwa Ganoderma bukan sekadar penyakit biasa, tapi ancaman ekonomi bagi petani. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi, edukasi, dan tindakan teknis yang tepat.
2. Materi dari Ahli PPKS Medan

Bapak Muhayat memaparkan bagaimana jamur Ganoderma bekerja dari tahap awal infeksi sampai pohon benar-benar rusak. Penjelasannya menggarisbawahi tiga hal:
- “Jamur ini merupakan patogen utama pada perkebunan kelapa sawit di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kita perlu pahami bersama, Ganoderma itu bekerja seperti parasit. Jamur tumbuh di pangkal batang dan masuk melalui akar. Seiring waktu jaringan pangkal batang membusuk dan memunculkan gejala daun menguning, pelepah patah, produksi turun, hingga pohon mati.”
- “Jika pohon sudah mati, biasanya muncul tubuh buah jamur berbentuk kipas di pangkal batang. Dari sini spora baru terbentuk dan menyebar, menginfeksi pohon lain. Siklusnya terus berulang.”
- “Pengendalian dilakukan dengan sanitasi kebun, eradikasi pohon sakit, penggunaan Trichoderma, rotasi tanaman, dan pemuliaan bibit tahan Ganoderma. Namun hingga kini, Ganoderma tetap menjadi tantangan besar karena sifatnya yang sulit dikendalikan.”
3. Sesi Lapangan

Tim kemudian turun ke lapangan memperlihatkan kondisi nyata perkembangan Ganoderma. Banyak kasus terjadi pada lahan eks karet atau tanah berpasir, gambut, dan miskin unsur hara. Jamur menyasar akar sehat lalu menyebar ke perakaran lain. Tanda-tandanya terlihat jelas: daun layu, pelepah patah, batang membusuk, hingga pohon roboh.
Petani juga diperlihatkan jenis tanaman lain yang dapat menjadi inang Ganoderma seperti kelapa, pinang, aren, rumbia, akasia, dan beberapa jenis kayu hutan.
4. Penggunaan Gremi-G (Trichoderma)

Sesi berikutnya membahas kebutuhan dan teknik penggunaan Gremi-G di berbagai fase:
- Pre Nursery: 20 g per kecambah.
- Main Nursery: 40 g per polybag.
- Di Lahan Tanam:
- 200–400 g untuk lahan non endemik.
- 500–1.000 g untuk lahan endemik.
Penjelasan menegaskan tujuan utama: memberi perlindungan sejak dini dan menekan perkembangan patogen sebelum infeksi meluas.
Teknik Aplikasi

Petani mendapat panduan aplikasi yang benar:
- Gali tanah 1–2 meter dari pangkal batang, taburkan Gremi-G, lalu tutup kembali.
- Pada pohon bergejala, lakukan sayatan pada bagian terinfeksi, bersihkan, oleskan Gremi-G (bisa dibuat pasta), lalu tutup tanah kembali.
- Jaringan rusak harus dimusnahkan agar tidak menjadi sumber infeksi baru.
- Aplikasi dilakukan pada kondisi lembab.
- Tabur merata di area piringan agar mikroba bersentuhan langsung dengan akar.
- Jika menggunakan plastik penutup, pastikan rapat agar kelembaban terjaga.
Sosialisasi ini memberikan pemahaman teknis yang lebih kuat bagi petani, sekaligus mendorong pengendalian Ganoderma yang lebih disiplin dan efektif. Diharapkan langkah ini mampu menjaga produktivitas kebun dan menekan kerugian jangka panjang.
Pelatihan Internal Ketelusuran Benih
Pelatihan Internal: Memperkuat Sistem Ketelusuran Benih
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pertanian berkelanjutan dan standar ketelusuran (traceability), CV. YAHYO mengadakan pelatihan internal untuk tim operasional dan layanan pelanggan pada tanggal 2 Juli 2025 Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tim terhadap pengumpulan dan pengelolaan data pelanggan, khususnya dalam mendukung transparansi dan ketelusuran benih unggul yang dipasarkan.
Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah pentingnya pencatatan data pelanggan, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan rencana penanaman. Data ini menjadi pondasi penting dalam memastikan bahwa setiap bibit yang didistribusikan dapat ditelusuri dengan jelas, dari sumber benih hingga ke petani pengguna.
Selain itu, pelatihan ini juga membahas bagaimana proses pencatatan harus dilakukan secara benar dan konsisten. Ketelitian dalam pengisian formulir, validasi data di lapangan, serta kebenaran dokumen benih menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan.
“Ketelusuran bukan hanya soal dokumen, tapi soal kepercayaan jangka panjang dari mitra dan pasar. Kita ingin petani merasa aman, dan pembeli merasa yakin,” ujar Puguh Prayetno selaku PIC CV YAHYO dalam membuka sesi pelatihan.
Tim juga dibekali dengan pemahaman tentang bagaimana menjelaskan manfaat ketelusuran ini kepada pelanggan, agar mereka sadar bahwa menyampaikan data dengan benar bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari sistem jaminan mutu dan keberlanjutan yang akan menguntungkan mereka di masa depan.
Materi terakhir dalam pelatihan mencakup pentingnya pengolahan data yang rapi dan publikasi informasi dasar di website perusahaan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan pelanggan, tetapi juga memudahkan proses audit jika dibutuhkan oleh mitra atau pihak sertifikasi seperti ISPO, RSPO, EUDR, atau Ecovadis.
Dengan pelatihan ini, CV YAHYO berharap seluruh tim memiliki pemahaman yang sama dan kemampuan teknis yang memadai untuk menjaga kepercayaan pelanggan, sekaligus mendukung sistem pertanian yang lebih transparan dan bertanggung jawab.
Diakhir pelatihan dilakukan sharing dan diskusi ringan, salah satu anggota tim yang cukup senior dan bepengalaman lebih dari 10 tahun bernama Nurhadi pun berujar “Baru sekarang kami paham kalau data itu bagian dari tanggung jawab kualitas” . Pernyataan singkat tersebut menjadi penutup yang kuat dan menggambarkan esensi dari pelatihan ini, bahwa kualitas tidak hanya ditentukan oleh produk, tapi juga oleh proses, pencatatan, dan komitmen terhadap keterbukaan. Melalui pelatihan ini, CV YAHYO terus melangkah maju membangun tim yang tidak hanya kompeten, tetapi juga peduli pada masa depan pertanian yang berkelanjutan.
📸 Dokumentasi Kegiatan :

Pelatihan Customer Service Excellence
CV YAHYO mengikuti pelatihan bertema Customer Service Excellence sebagai upaya meningkatkan kapasitas Person In Charge (PIC) dalam memahami dan menangani kebutuhan serta keinginan pelanggan secara profesional.
Pelatihan ini dirancang untuk:
Menanamkan pemahaman tentang pentingnya peran PIC sebagai wajah perusahaan.
Meningkatkan keterampilan komunikasi, empati, dan problem solving saat berinteraksi dengan pelanggan.
Membangun mindset pelayanan prima (service excellence) untuk mendukung kepuasan dan loyalitas pelanggan.
📌 Mengapa Peran PIC Sangat Penting?
PIC bukan hanya penghubung antara pelanggan dan perusahaan, tapi juga penentu utama dalam membentuk kesan pertama dan menjaga kepercayaan pelanggan.
Dengan kemampuan pelayanan yang baik, PIC dapat:
Menerima keluhan dengan tenang dan solutif
Menyampaikan informasi produk secara tepat
Memberikan pelayanan yang responsif, ramah, dan efisien.
📸 Dokumentasi Kegiatan :
1. Suasana Pelatihan

Peserta menyimak materi tentang prinsip dasar pelayanan pelanggan dan teknik komunikasi efektif.
2. Pemaparan Materi & Simulasi

Sesi penyampaian materi oleh trainer, disertai studi kasus dan diskusi aktif.
3. Penyerahan Sertifikat

Penutupan pelatihan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan dengan baik.
Melalui pelatihan ini, CV YAHYO berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan, menjadikan PIC sebagai ujung tombak kepuasan pelanggan, dan memperkuat hubungan jangka panjang yang profesional dan saling percaya.
Pelatihan Pertumbuhan Vegetative (PPKS)
Pelatihan Pertumbuhan Vegetatif Bibit Kelapa Sawit oleh PPKS Medan
CV. Yahyo bersama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan menyelenggarakan pelatihan teknis mengenai Pengukuran Pertumbuhan Vegetatif bibit kelapa sawit. Kegiatan ini dipandu langsung oleh narasumber berpengalaman, Bapak Dedi Taufik, SE yang memberikan pembekalan teknis kepada mandor dan teknisi lapangan.
Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapabilitas tenaga kerja di lapangan dalam memantau dan menilai perkembangan bibit kelapa sawit secara objektif dan terstandar, sehingga dapat memastikan kualitas bibit sebelum disalurkan ke petani atau ditanam di lapangan.
Fungsi Utama Pelatihan
Pelatihan ini menekankan beberapa poin penting:
Pengukuran Parameter Pertumbuhan Bibit:
Tinggi tanaman
Jumlah daun
Lilit batang
Penilaian Kualitas Bibit Secara Kuantitatif:
Mengidentifikasi bibit sehat dan siap salur
Menentukan tindakan terhadap bibit tidak layak
Kriteria Bibit Siap Salur:
Umur 10–12 bulan
Tinggi 80–100 cm
Daun minimal 13 helai
Bebas dari hama dan penyakit
Monitoring Berkala:
Pengukuran rutin setiap bulan
Catatan data pertumbuhan untuk pengambilan keputusan
📸 Dokumentasi Kegiatan :
- Pembukaan dan Pengarahan Awal

Kegiatan dimulai di teras kantor CV. Yahyo dengan pengarahan dari panitia pelaksana dan narasumber. Dalam sesi ini, peserta diberi gambaran umum mengenai pentingnya pengukuran parameter vegetatif dalam menentukan kualitas bibit kelapa sawit. Penekanan awal diberikan pada standar bibit siap salur, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang.
2. Pemeriksaan Awal Bibit di Area Pre-Nursery

Bapak Dedi Taufik melakukan inspeksi langsung terhadap bibit yang masih berada di tahap awal pertumbuhan. Peserta diajarkan bagaimana mengidentifikasi pertumbuhan daun dan batang sejak dini.
3. Praktik Pengukuran Tinggi Bibit

Instruktur menunjukkan secara langsung teknik mengukur tinggi bibit menggunakan penggaris ukur. Disarankan agar pengukuran dilakukan dari permukaan media tanam hingga titik tumbuh paling atas.
4. Praktik Pengukuran Diameter Batang dan Jumlah Daun

Instruktur menunjukkan teknik mengukur Diameter Batang bibit dengan alat ukur yang sesuai (jangka sorong), kemudian peserta melakukan penghitungan jumlah daun aktif pada masing-masing bibit.
5. Penjelasan Langsung Tentang Parameter Pertumbuhan Bibit yaitu Tinggi tanaman, Jumlah daun, dan Lilit batang:

Peserta diberi pemahaman tentang klasifikasi bibit berdasarkan Parameter Pertumbuhan Bibit yaitu Tinggi tanaman, Jumlah daun, dan Lilit batang. serta para peserta secara langsung melakukan pencatatan dan diskusi atas hasil pengukuran yang telah dilakukan.
6. Foto Bersama Peserta dan Instruktur di Area Main Nursery

Foto kebersamaan usai pelatihan lapangan, menunjukkan kolaborasi dan semangat belajar dari semua peserta.
Pelatihan ini membekali para pekerja lapangan dengan keterampilan teknis penting dalam pemeliharaan bibit sawit. Dengan pemahaman yang baik tentang parameter pertumbuhan vegetatif, CV. Yahyo berharap proses produksi bibit kelapa sawit akan semakin berkualitas, siap tanam, dan memenuhi standar mutu nasional.
Audit & Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015
Penerapan ISO 9001:2015 dalam Produksi Benih Kelapa Sawit
CV YAHYO telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu SNI ISO 9001:2015 dalam seluruh proses produksi benih kelapa sawit siap tanam. Audit eksternal dilakukan sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap mutu produk dan peningkatan berkelanjutan.
Proses sertifikasi ini mencakup pemeriksaan terhadap:
Dokumen sistem manajemen mutu (prosedur, instruksi kerja, pencatatan),
Kesesuaian penerapan lapangan,
Uji mutu benih meliputi:
Mutu Genetis: menjamin keaslian dan ketelusuran asal usul bibit (DXP Simalungun & DXP 540).
Mutu Fisiologis: memastikan bibit dalam kondisi sehat, aktif tumbuh, dan siap tanam.
Mutu Fisik: meliputi ukuran, bentuk, dan keseragaman bibit sesuai standar.
📸 Dokumentasi Kegiatan Audit :
1. Pembukaan dan Sosialisasi Audit

Audit dibuka secara resmi bersama tim auditor eksternal dan perwakilan instansi terkait. Kegiatan ini diawali dengan paparan sistem mutu yang telah diterapkan CV YAHYO.
2. Pemeriksaan Dokumen dan Wawancara Tim

Auditor melakukan verifikasi terhadap dokumen mutu dan berdiskusi dengan manajemen dan tim operasional.
3. Kunjungan Lapangan & Verifikasi Proses Produksi

Tim audit meninjau secara langsung fasilitas produksi benih, mulai dari pembibitan, pengelolaan media tanam, hingga pemeliharaan.
4. Dialog Bersama Pekerja dan Tim Teknis

Diskusi bersama tenaga lapangan mengenai penerapan SOP dan pengendalian mutu di setiap tahapan kerja.
5. Validasi Implementasi ISO di Lokasi Kerja

Auditor mengevaluasi sejauh mana pemahaman pekerja terhadap prosedur kerja dan peran mereka dalam sistem mutu.
6. Penyampaian Hasil & Penutupan Audit

Audit ditutup dengan penyampaian hasil sementara. Tim auditor memberikan catatan dan apresiasi terhadap kesiapan dan implementasi mutu oleh CV YAHYO.
7. Penyerahan Sertifikat ISO 9001:2015

CV YAHYO resmi menerima sertifikat SMM ISO 9001:2015, sebagai bukti komitmen perusahaan dalam menyediakan benih unggul dan terpercaya.
Pelatihan Penerapan Teknik Ajir Kelapa Sawit Kepada Petani
Penerapan Teknik Ajir Kelapa Sawit di Lahan Miring sebagai Materi Inti Edukasi Lapangan
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan, CV. Yahyo terus mengembangkan peran aktifnya dalam mendampingi petani sawit di berbagai wilayah. Salah satu kegiatan nyata dari komitmen tersebut adalah Pelatihan Lapangan kepada Petani, yang diselenggarakan di salah satu lokasi mitra binaan. Pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, namun mengusung pendekatan partisipatif dan aplikatif, langsung di lapangan, menyatu dengan kondisi kebun yang sesungguhnya.
Kegiatan ini melibatkan petani dari berbagai latar belakang usia dan pengalaman, yang secara antusias mengikuti setiap sesi. Materi disampaikan oleh tenaga ahli yang berpengalaman di bidang budidaya kelapa sawit, dengan metode penyampaian yang sederhana namun padat ilmu, memungkinkan semua peserta memahami dan langsung mengaplikasikan di lapangan.
Salah satu topik utama dalam pelatihan ini adalah teknik ajir kelapa sawit pada lahan miring, yang merupakan bagian paling mendasar namun sangat menentukan keberhasilan jangka panjang dalam budidaya sawit. Dalam sesi ini, peserta dilatih memahami bahwa ajir bukan sekadar menandai lokasi tanam, melainkan merupakan langkah strategis dalam membangun tata kebun yang efisien, produktif, dan tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem.
Materi teknis yang disampaikan meliputi:
- Dasar Pengajiran dan Pola Tanam
- Menentukan titik awal tanam melalui ajir kepala.
- Penerapan pola segitiga sama sisi dengan jarak 9 meter antartanaman.
- Pengaruh jarak terhadap pencahayaan, pertumbuhan, dan produktivitas tanaman.
- Penyesuaian Teknik di Lahan Miring
- Pembuatan terasering sebagai fondasi ajir.
- Penempatan ajir mengikuti kontur tanah agar tidak terjadi erosi atau longsor.
- Ketentuan penempatan titik tanam minimal 1 meter dari tepi teras untuk menjamin kestabilan lahan.
- Pembuatan Lubang Tanam yang Efektif
- Lubang dibentuk menyerupai cekungan/mangkuk untuk menampung air hujan dan menjaga kelembaban akar.
- Alternatif teknik lubang cepat seperti setengah roda kereta, disertai pengawasan konsolidasi untuk menghindari kerusakan struktur tanah.
- Pengelolaan tanah galian agar tidak menumpuk di pinggir luar dan mengganggu kestabilan teras.
Tujuan Pelatihan:
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan teknis petani tentang budidaya kelapa sawit, mulai dari teknik ajir yang tepat di lahan miring, manajemen jarak tanam, hingga pembuatan lubang tanam yang efektif. Selain itu, kegiatan ini mendorong praktik pertanian berkelanjutan, efisiensi produksi, dan pemahaman terhadap standar sertifikasi, guna meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesiapan petani menghadapi pasar global.
Dokumentasi Kegiatan
- Penjelasan Materi Pengajiran (Ajir)
Pemateri memberikan penjelasan teknis mengenai konsep dasar pengajiran (ajir) kelapa sawit di lahan miring, mulai dari jarak tanam ideal hingga pentingnya pola segitiga sama sisi sebagai acuan barisan tanaman.
2. Menentukan Titik Ajir Bersama Petani

Petani dan pemateri bersama-sama menentukan titik ajir di lapangan, menunjukkan kolaborasi aktif dan penerapan pengetahuan teknis secara langsung dalam kondisi lahan sebenarnya.
3. Praktik Lapangan Cara Pengajiran (Ajir)
Peserta pelatihan mengikuti praktik langsung di lapangan, mempelajari cara mengukur jarak, membuat ajir kepala, dan menyusun titik tanam sesuai kontur lahan secara aplikatif.
Pelatihan ini merupakan bagian dari langkah nyata untuk mewujudkan transformasi petani dari sekadar pelaksana menjadi pengelola kebun profesional yang memahami prinsip-prinsip agribisnis, efisiensi, dan keberlanjutan.
Melalui pembekalan teknis seperti teknik ajir di lahan miring, manajemen air, dan pemahaman pola tanam optimal, petani diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan memperkuat daya saing di tingkat pasar.
CV. Yahyo percaya bahwa pertanian berkelanjutan hanya dapat dicapai dengan ilmu, keterampilan, dan pendampingan yang konsisten. Oleh karena itu, pelatihan semacam ini akan terus menjadi bagian penting dari misi kami dalam membangun masa depan pertanian yang tangguh dan sejahtera.
Pelatihan Pengendalian Pertumbuhan Tanaman
Pelatihan Internal Pengendalian Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit
Untuk memastikan bibit kelapa sawit tumbuh optimal dan siap ditanam di lapangan, CV. YAHYO melaksanakan Pelatihan Internal Pengendalian Pertumbuhan Tanaman. Pelatihan ini bertujuan membekali para mandor dan petugas lapangan dengan kemampuan menganalisis dan menangani ketidaksesuaian pertumbuhan selama proses pembibitan.
Pelatihan ini meliputi:
Identifikasi masalah pertumbuhan seperti etiolasi (pertumbuhan terlalu cepat) atau stunting (pertumbuhan lambat).
Teknik perbaikan kondisi bibit melalui pemupukan, penyiraman, sanitasi, dan pengendalian hama/penyakit.
Penerapan standar bibit siap salur sesuai umur, tinggi, jumlah daun, dan kesehatan tanaman.
Pencegahan angka kematian bibit pasca tanam dengan bibit yang kuat dan sehat.
Tujuan Pelatihan:
Meningkatkan kemampuan mandor dalam mendeteksi dan mengoreksi pertumbuhan bibit yang tidak sesuai standar.
Menjamin bibit tumbuh seragam dan memenuhi kriteria bibit siap salur.
Mengurangi risiko kegagalan tumbuh saat bibit dipindahkan ke lahan utama.
Meningkatkan efisiensi proses pembibitan melalui perawatan yang tepat dan terarah.
📸 Dokumentasi Kegiatan :
- Monitoring Lapangan

Pemateri memberikan arahan langsung di kebun pembibitan mengenai evaluasi visual pertumbuhan bibit dan langkah korektif yang perlu dilakukan.
2. Diskusi Interaktif

Diskusi antar tim teknis dan mandor mengenai kondisi aktual bibit dan strategi pengendalian pertumbuhan agar seragam dan optimal.
Pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan mutu dan keberhasilan produksi benih kelapa sawit. Dengan pengendalian pertumbuhan yang terencana dan tepat sasaran, kualitas bibit dapat dijaga sejak dini hingga siap disalurkan, mendukung keberhasilan tanam dan produktivitas di masa depan.
Pelatihan Pemahaman Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015
Peningkatan Pemahaman Standar Mutu Internasional
CV YAHYO menyelenggarakan pelatihan internal bertema Pemahaman Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali petugas lapangan dan tim produksi dengan pemahaman yang mendalam mengenai penerapan standar mutu internasional di seluruh proses kerja.
Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2015 adalah kerangka kerja yang digunakan untuk:
Mengelola proses produksi secara sistematis,
Menjamin mutu produk secara konsisten,
Meningkatkan efisiensi,
Serta mendorong kepuasan pelanggan dan keberlanjutan usaha.
Tujuan Pelatihan :
Menjamin mutu dan konsistensi produk yang dihasilkan.
Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan pelayanan dan hasil yang terstandar.
Membantu identifikasi dan pengelolaan risiko operasional.
Meningkatkan efisiensi kerja dan koordinasi tim.
Materi yang Disampaikan :
Pengenalan ISO dan prinsip dasar manajemen mutu.
Menyusun dokumen mutu (manual, prosedur, instruksi kerja).
Pengelolaan audit internal dan evaluasi kinerja mutu.
Penanganan ketidaksesuaian dan tindakan korektif.
Studi kasus penerapan ISO di lingkungan CV YAHYO.
📸 Dokumentasi Kegiatan :
1. Pemaparan Materi dan Diskusi

Pelatihan disampaikan langsung oleh penanggung jawab mutu CV YAHYO. Diskusi aktif berlangsung dengan antusias dari peserta.
2. Simulasi Penerapan & Penjabaran Sistem Manajemen Mutu

Tim diberikan pemahaman langsung mengenai alur sistem mutu dan aplikasinya di lapangan, mulai dari perencanaan hingga tindakan korektif.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen CV YAHYO dalam membangun budaya mutu, meningkatkan kapasitas SDM, serta memastikan bahwa setiap proses dalam perusahaan telah mengacu pada standar ISO 9001:2015.
Pelatihan Pemahaman Audit Internal ISO 9011:2018
Pelatihan Pemahaman Audit Internal ISO 19011:2018
Untuk memastikan proses audit internal berjalan secara efektif, objektif, dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi peningkatan sistem manajemen mutu, CV. Yahyo menyelenggarakan Pelatihan Pemahaman Audit Internal ISO 19011:2018 bagi tim pelaksana di lapangan.
Pelatihan ini dilaksanakan dengan tujuan membekali peserta dengan wawasan mendalam tentang prinsip-prinsip audit, manajemen program audit, serta kemampuan teknis dan etis yang wajib dimiliki oleh auditor internal. Pelatihan dipandu oleh narasumber berpengalaman dan berlangsung dalam suasana interaktif di lingkungan.
Tujuan Pelatihan:
Membantu peserta memahami standar ISO 19011:2018 dan relevansinya dalam audit sistem manajemen.
Membekali peserta dengan keterampilan dalam menyusun rencana audit, melaksanakan audit secara sistematis, dan menyusun laporan serta tindak lanjut hasil audit.
Meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi ketidaksesuaian dan menyusun rekomendasi perbaikan berdasarkan pendekatan berbasis risiko.
Mendorong budaya kerja yang berlandaskan integritas, objektivitas, dan kerahasiaan dalam pelaksanaan audit.
Pokok Materi yang Dibahas:
Prinsip dasar audit: integritas, kepercayaan, objektivitas, kerahasiaan.
Perencanaan dan pengelolaan program audit tahunan.
Teknik pelaksanaan audit: observasi, wawancara, pengumpulan bukti.
Pelaporan dan tindak lanjut hasil audit.
Kriteria kompetensi auditor dan pengembangan keterampilan audit.
📸 Dokumentasi Kegiatan :
- Pemaparan Materi

Pemateri menyampaikan materi dasar ISO 19011:2018 kepada para peserta, membahas prinsip audit dan pentingnya peran auditor dalam menjaga mutu sistem secara menyeluruh.
2. Diskusi dan Tanya Jawab

3. Praktik Simulasi Audit Internal

Peserta melakukan simulasi audit menggunakan contoh kasus, mempraktikkan tahapan audit dari perencanaan hingga pelaporan, sesuai pedoman ISO 19011:2018.
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen CV. Yahyo untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia dalam menjaga mutu produk dan layanan, serta mendukung sistem manajemen mutu yang berkelanjutan sesuai dengan standar ISO.
Pelatihan Internal Seleksi Bibit Kelapa Sawit Siap Salur
CV YAHYO melaksanakan kegiatan seleksi bibit kelapa sawit siap salur guna memastikan hanya bibit berkualitas yang diteruskan ke proses distribusi. Bibit yang tidak memenuhi standar mutu, seperti bibit lanang (afkir), dinyatakan tidak layak tanam dan dimusnahkan.
Kegiatan ini dilakukan secara langsung oleh tim teknis bersama para pekerja lapangan, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga mutu benih dan mendukung hasil panen maksimal di tingkat petani.
📸 Dokumentasi Kegiatan :
1. Arahan Awal dan Briefing Tim

Kegiatan dimulai dengan pengarahan oleh penanggung jawab teknis di lapangan. Arahan ini diberikan kepada seluruh tim untuk memastikan proses seleksi dilakukan secara disiplin dan sesuai standar mutu. Petugas diberi penjelasan tentang kriteria bibit afkir dan pentingnya ketelitian dalam pemilihan bibit unggul.
2. Pemeriksaan dan Seleksi Bibit

Tim kemudian melakukan pengecekan langsung terhadap bibit kelapa sawit yang sudah masuk tahap siap salur. Bibit diperiksa satu per satu berdasarkan:
Bentuk batang dan daun,
Warna dan kesegaran tanaman,
Ukuran, keseragaman, serta kondisi akar.
Bibit yang tidak memenuhi kriteria, seperti yang terlihat terlalu kecil, cacat, atau tidak seragam, dikelompokkan sebagai bibit afkir / lanang.
3. Penjelasan Teknis dan Pemusnahan

Setelah proses seleksi selesai, tim teknis memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai bibit yang masuk kategori afkir, termasuk alasan kenapa bibit tersebut tidak boleh disalurkan ke petani. Bibit-bibit tersebut kemudian dimusnahkan, sebagai bentuk tanggung jawab mutu dan pencegahan benih tidak layak tanam sampai ke lapangan.
